Warga Wukirsari Pati Rogoh Kocek Pribadi untuk Bangun Jalan Desanya

Table of Contents

 PATI - Seorang warga Desa Wukirsari Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati membangun jalan desa dengan uang pribadinya. Jalan yang dibangun sepanjang 100 meter menelan uang pribadi mencapai Rp 40 juta.

Jalan yang dibangun berada di lokasi RT 1 RW 2 Dukuh Gayam Desa Wukirsari Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Jalan itu termasuk jalan milik Desa Wukirsari.

Jalan itu dibangun dengan dicor beton sepanjang 100 meter dengan lebar 3 meter. Hanya saat ini baru dikerjakan 50 meter dahulu.

Pembangunan jalan ini adalah warga setempat sendiri bernama Rustam (45). Keseharian seorang petani dan merantau di luar Jawa mengumpulkan uang puluhan juta untuk membangun jalan desanya.

Pembangunan jalan ini dikerjakan sejak sepekan ini. Sampai Jumat ini pekerjaan jalan baru mendapatkan 50 meter.


"Supaya lingkungan bersih, tetangga yang melewati itu senang tujuan utama," kata Rustam saat dihubungi detikJateng, sebab dirinya saat ini sedang kembali merantau ke luar Jawa, Jumat (9/1/2026).

Dia mengatakan pekerjaan jalan tersebut berlangsung sejak satu minggu ini. Jalan sepanjang 100 meter dan lebar 3 meter itu dibeton cor. 

"Pembangunan sejak dimulai satu minggu. Itu rencana 100 meter, kurang lebih baru 50 meter yang sudah dikerjakan dengan lebar 3 meter," jelasnya.

Menurutnya pekerjaan jalan tersebut dari pemerintah desa kurang merata. Alhasil pun dia membangun jalan sendiri dengan uang pribadi. Dia sendiri mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk pembangunan jalan tersebut.

"Itu sudah ada dana tapi kurang sampai merata. Itu kurang lebih Rp 40 juta dari uang sendiri," jelasnya.

Rustam mengaku sebelum membangun jalan ini sudah minta izin kepada pemerintah desa. Menurutnya pemerintah desa mengizinkannya.

"Kita sebelum kita bergerak itu lapor ke RT, dari pak RT agar lapor kepada kepala desa. Pak kades sangat mendukung," jelasnya.

Lebih lanjut uang itu dikumpulkan beberapa tahun ini. Dari hasil bertani sampai merantau ke luar Jawa. Sebagian hasilnya digunakan untuk membangun jalan desa tersebut.

"Pekerjaan saya itu petani, menanam jagung, menanam ubi dan macam-macam. Kalau tambang tidak ada, itu di luar Jawa merantau," terang dia.

Dia berharap jalan ini bisa membantu warga sekitar. Terutama bagi warga yang melintas di jalan tersebut.

"Itu lama sekali, namanya juga petani supaya menciptakan Desa yang kondusif dan dampaknya bisa dinikmati warga sekitar," terang dia.

Kepala Desa Wukirsari, Sulistiono membenarkan warganya yang membangun jalan desa. Menurutnya pemerintah desa telah membangun jalan, namun belum semuanya karena keterbatasan anggaran dana desa.

"Ingin membantu di lingkungan rumahnya, karena itu di depan rumah sudah dibangun jalannya tapi tinggal sampai di jalan saja," kata Sulis saat dihubungi siang ini.

"Itu masuknya jalan desa. Panjangnya itu 50 meter. Namanya anggaran kan tidak langsung semua," dia melanjutkan.

Menurutnya adanya ikut serta warga yang membangun jalan dirasa membantu pemerintah desa di tengah keterbatasan anggaran. Bahkan dia mengaku belum tahu anggaran dana desa tahun ini cairnya kapan.

"Ya sangat membantu apalagi kedepan dana desa kedepan belum tahu. Setiap tahun Rp 800 juta kemarin, tahun ini belum tahu," ungkap dia.

Sulis menjelaskan jika warganya Bernama Rustam ini seorang petani dan bekerja di luar Jawa. Menurutnya belakangan diketahui Rustam tengah berhasil di tempat perantauan dan bertani.

"Sering merantau, namanya orang merantau sekarang berhasil dan ingin membagi masyarakat yang lain," dia melanjutkan.

Sulis mengaku jika Rustam sebelum membangun jalan juga telah izin terlebih dahulu. Sulis pun mempersilakan.

"Kemarin juga sudah izin, ya sudah, katanya ingin membantu depan rumah sudah dibangun tinggal jalan itu, bilang ingin membantu masyarakat merasakan yang lewat di situ. Semoga yang lainnya mengikuti seperti itu," pungkas dia.

Posting Komentar